"kami pekerja, suka membaca"

Selasa, 31 Juli 2012

Semua Manusia Bersaudara

Pengarang : Muhatma Gandi
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
No : SPPT.0158-DP-0409








  Ahimsa atau pantang kekerasan adalah kekuatan paling am­puh yang tersedia bagi umat manusia. Paham ini jauh lebih ampuh dibanding dengan senjata penghancur terhebat yang pernah diciptakan oleh akal manusia. Syarat pertama bagi paham pantang kekerasan adalah keadilan yang menyeluruh di setiap bidang kehidupan. Pada paham ini tidak ada alasan untuk takut. Oleh karena itu setiap penganut paham pantang kekerasan hanya mengenal satu ketakutan, yaitu ketakutan pada Tuhan. Seorang yang mencari perlindungan pada Tuhan harus menyadari Atma yang binasa itu, ia akan melepaskan rasa sayangnya terhadap raganya yang akan binasa itu.

Senin, 30 Juli 2012

Kumpulan Kish Inspiratif 2

Pengarang : Kick Andy
Penerbit :Bentang Pustaka
No : SPPT.0157-DP-0409
Sejak awal kehadirannya, Kick Andy langsung mencuri perhatian penonton televisi. Mengolah cerita yang biasa hadir disekeliling kita menjadi sebuah tayangan yang inspiratif dan membangkitkan semangat baru. Kick Andy tidak hanya mengajak untuk menonton dengan hati, tetapi juga belajar memberi dan berbagi untuk sesama.

Melalui Kumpulan Kisah Inspiratif 2, Kick Andy kembali membagi 24 kisah yang pernah ditayangkan. Dengan semangat yang sama buku ini disajikan untuk menginspirasi para pembacanya. Melahirkan semangat baru dan memotivasi untuk berkarya lebih baik.

*********************

“Kick Andy adalah sebuah tayangan yang boleh dibilang cukup komplet. Materi yang dikaji sangat beragam sehingga membuat pemirsa tahu lebih banyak tentang segi-segi kehidupan yang sering kali mengejutkan bahkan memilukan.” (Eurico Guteres)

”Tayangan cerdas dengan menu lengkap: mendidik, menghibur, menyentuh hati, dan memberi inspirasi. Suatu kehormatan hadir sebagai tamu Kick Andy” (Antasari Azhar, mantan ketua KPK)

Humor Segar untuk Relaksasi & Rekreasi Anda

Pengarang ; PDT Jonar T.H Sitomorang
Penerbit : Andi
No : SPPT.0156-DP-0409
Anda bosan dengan semua hal yang menjadi rutinitas Anda? Humor akan menjadi salah satu obat bagi Anda.
Ketika Anda bersantai, membaca buku ini, dan tertawa, Anda pasti akan kuat dalam menghadapi setiap pergumulan hidup Anda. Beban yang Anda rasa berat, akan terasa ringan ketika hati Anda ceria. Usirlah setiap penat dan jenuh yang Anda rasakan dengan tawa dan hati yang gembira.

Add


Jumat, 27 Juli 2012

Rabu, 25 Juli 2012

Sofware & Panduan Interaktif Awipana V.2.0

Pengarang : PT Quadrant Utama
Penerbit : PT Quadrant Utama
No : SPPT.0153.DP-0409


Pendahuluan
Job evaluation adalah proses menganalisis dan menilai suatu jabatan secara sistematik untuk mengetahui nilai relatif bobot berbagai jabatan dalam suatu organisasi. Hasil akhir dari proses job evaluation adalah job weight (bobot jabatan/pekerjaan). Faktor utama dalam melakukan job evaluation adalah menentukan “factor compansable”, dimana berdasarkan penentuan faktor compansable tersebut dapat dilakukan penilaian secara relatif satu jabatan/pekerjaan dengan jabatan/pekerjaan yang lain). Dengan mengetahui bobot jabatan/pekerjaan maka dengan mudah pihak manajemen akan mempunyai tolok ukur baku untuk menetapkan imbal jasa atas suatu jabatan/pekerjaan yang secara relatif lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang lainnya. Jika job evaluation telah selesai dilaksanakan untuk semua jabatan/pekerjaan maka jabatan-jabatan tesebut diurutkan mulai yang tertinggi sampai yang terendah (job grading).
Secara garis besar metode dalam melakukan job evaluation dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu metode kualitatif (untuk organisasi berukuran kecil dan simple) dan metode kuantitatif (untuk organisasi berukuran besar dan komplek). Setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan sehingga perusahaan dapat memilih metode yang sesuai dengan kondisinya.

Tujuan
Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan dapat :
  1. Mengetahui dan mengerti tentang konsep-konsep dalam melakukan job evaluation dan job grading dalam suatu perusahaan atau organisasi.
  2. Mengetahui dan memahami berbagai metode dalam job evaluation.
  3. Mengoperasikan sistem AWIPANA untuk job evaluation dan struktur & skala gaji.
  4. Menganalisa sistem imbal jasa (internal dan external comparation)

Target Peserta
  • Junior dan Senior Staf Human Resources
  • Manager Human Resources
  • Profesional di bidang Human Resources
  • Ketua Serikat Pekerja
  • Entrepreneur

Outline
  1. Pengantar Job Evaluation dalam pengelolaan SDM
  2. Konsep dan prasarat dalam melakukan job evaluation
  3. Metoda kualitatif (sederhana) dan kuantitatif dalam job evaluation
  4. Sistem Point Factor untuk job evaluation
  5. Menentukan compensable factor
  6. Penggunaan Table Point Factors untuk job evaluation
  7. Simulasi sistem AWIPANA Skala Bobot Jabatan
  8. Pemanfaatan hasil perhitungan bobot jabatan untuk struktur dan skala gaji
  9. Simulasi Sistem AWIPANA struktur dan skala gaji.
  10. Latihan dan studi kasus

Metodologi
  • Presentasi
  • Tanya Jawab
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Contoh Aplikasi Praktis
  • Praktek dengan komputer

Instruktur
Nailun Dawam
Berpengalaman lebih dari 13 tahun dibidang Human Resources pada beberapa perusahaan multinasional dan asing antara lain: di perusahaan alat-alat kesehatan dan distribusi. Aktif sebagai pembicara di berbagai seminar dan workshop SDM. Disamping itu beliau pernah mendapatkan pelatihan – pelatihan lanjutan: Human Resource Management, Benefit & Compensation dari berbagai lembaga di Indonesia. Saat ini menjadi senior consultant HR dan bersama timnya mengembangkan software Awipana sebagai alat bantu untuk memudakan dalam membuat evaluasi jabatan dan menyusun struktur dan skala gaji/upah


Selasa, 24 Juli 2012

Pelatihan Evaluation Dan job Grading

Pengarang :PT Quadrant Utama
Penerbit :PT Quadrant Utama
No : SPPT.0152-DP-0409


LATAR BELAKANG
Merumuskan jabatan secara akurat adalah salah satu unsur penting dalam pengembangan organisasi di suatu Perusahaan. Makna jabatan bagi suatu perusahaan perlu ditentukan untuk melihat keterkaitannya dengan lingkup kerja, bobot kerja, kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat berkinerja secara optimal di dalam suatu jabatan.
Filosofi yang ada di belakang penilaian jabatan di satu Perusahaan akan sangat menentukan format jabatan seperti apa yang akan digunakan. Penilaian jabatan menjadi faktor yang dapat membantu organisasi dalam menentukan sistem ke-HRD an terutama sistem penggajian yang akan diterapkan. Sistem penilaian bobot kerja dapat memberikan justifikasi yang adil pada saat memberikan penghargaan berupa gaji dan fasilitas bagi karyawan.
Workshop ini akan dimulai dengan pembahasan konsep mengenai jabatan dan kaitannya dengan desain organisasi, sebelum masuk pada salah satu fungsi Analisa Jabatan, yaitu untuk pemberian bobot dan pengembangan sistem grading dan kompensasi.
SASARAN
1. Menilai bobot kerja dari jabatan yang ada dalam organisasi
2. Menjadi dasar dalam pembuatan sistem penggolongan dan jabatan
3. Menjadi dasar dalam penilaian sistem remunerasi

OUTLINE

Konsep dari sebuah Jabatan
Prinsip dan metode dalam Analisa Jabatan
Me-link antara Analisa Jabatan dengan Manajemen Kompetensi
Format job description yang optimal
Tujuan Evaluasi Jabatan
Proses Evaluasi Jabatan
Faktor-faktor dalam Evaluasi Jabatan
Metode wawancara dalam proses Evaluasi Jabatan
Implementasi Job Evaluation dalam organisasi
Tahapan pembuatan struktur jabatan/job grading dan salary structure
Perbandingan berbagai metode Evaluasi Jabatan yang banyak digunakan di berbagai industri
Overview metode evaluasi jabatan yang bisa langsung digunakan partisipan


No Lingkup Sasaran Output
1 Analisa Jabatan Mengetahui metode analisa jabatan
Memberikan gambaran sistem analisa jabatan yang banyak diterapkan di beberapa perusahaan sebagai gambaran / benchmarking
Job Description
2 Evaluasi Jabatan Mempelajari flow proses evaluasi jabatan
Mengetahui metode evaluasi jabatan
Evaluasi jabatan dengan azas internal equity
Wawancara dalam proses proses evaluasi
Memberikan gambaran perbandingan beberapa metode evaluasi jabatan
Nilai jabatan
3 Job Grading Mempelajari pembuatan job grading
Memberikan gambaran implementasi grading terhadap matriks golongan
Keterkaitannya dengan salary structure
Matriks Golongan

Trade Union & Social Dialogue In MNC"S

Pengarang : ICEM
Penerbit : ICEM
No : SPPT.0151-DP-0409

Materi pelatihan di jakarta pada Tanggal 13 s/d 15 Oktober 2010 di Serang.

Pedoman OECD Untuk Perusahaan Multinasional

Pengarang ; EOCD
Penerbit : EOCD
No : SPPT.0150-DP-0409

Tentang ICEM MNC & Social Dialogue Project

ICEM Asia MNC & Social Dialogue  project adalah sebuah proyek pelatihan mengenai standar-standar Internasional (Standar Perburuhan ILO, Panduan OECD untuk Perusahaan Multinasional, UN Global Compact) dan Social Dialogue yang dijalankan oleh Serikat Buruh Internasional ICEM (International Federation of Chemical, Energy, Mine, and General Workers Union). Proyek pelatihan ini telah dimulai sejak 2008 lalu dengan melibatkan para aktivis serikat buruh di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia, proyek ini dijalankan untuk para pemimpin serikat buruh di perusahaan Multinasional yang merupakan afiliasi ICEM di Indonesia.

Senin, 23 Juli 2012

Standard Operating Procedures (SOP)

pengarang : Rudi M Tambunan
Penerbit : Maiestas Publishing
No : SPPT.0149-DP-0409
Universitas Bengkulu melalui visinya menyebutkan bahwa UNIB mengedepankan pelayanan prima kepada stakeholders, baik stakeholders internal maupun eksternal. Namun, visi yang amat luhur ini masih terkendala oleh berbagai factor antara lain oleh inefisiensi dalam melayani stakeholders serta banyaknya keluhan stakeholders tentang lambatnya pelayanan di UNIB ini. Dalam rangka mencapai pelayanan prima, yang ditandai oleh kepuasan stakeholders, adanya akuntabilitas publik dll maka perlu dilakukan evaluasi sejauh mana prosedur kerja telah dirancang, dilaksanakan dan direvisi serta bagaimana pelaksanaan SOP di lingkungan UNIB.
            UNIB bertekad untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance), sehingga diharapkan akan mendorong terbentuknya manajemen UNIB yang lebih efisien, dan terbentuknya profesionalisme. Untuk mencapai kondisi tersebut, maka perlu adanya evaluasi  SOP yang telah ada dan merevisinya jika diperlukan, dan membuat SOP baru jika memang belum ada. Kata kunci utama dalam pembuatan SOP adalah disusun berdasarkan kebutuhan stakeholders, baik internal maupun eksternal.

Apa itu SOP?
            Standard Operating Procedure merupakan satu set pedeoman dalam suatu organisasi yang menjelaskan prosedur kegiatan rutin. SOP sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Sebelum membuat SOP, maka pada tingkat pertama UNIB  harus membuat kebijakan mutu layanan yang biasanya tertuang dalam visi, misi, dan Renstra UNIB, yang kemudian dituangkan dalam ”quality manual”.  Quality manual memuat kebijakan kualitas dan memberikan tinjauan umum dari proses-proses inti dalam suatu organisasi. Kebijakan mutu kemudian dijabarkan ke dalam SOP-SOP (tingkat kedua). SOP adalah prosedur-prosedur standard yang mendefinisikan bagaimana eksukusi berbagai tanggungjawab dari unit terkait yang relevan dengan investigasi mutu layanan. Agar SOP dapat dilaksanakan, maka perlu dibuat jabaran SOP secara teknis yang tertuang dalam instruksi kerja dalam suatu unit kerja (tingkat ke 3). Pada tingkat terakhir (tingkat ke 4) dapat dibagi menjadi dua. Bagian pertama meliputi formulir-formulir yang diperlukan untuk mendukung kegiatan layanan di UNIB, serta dokumen-dokumen pendukung terkait. Bagian kedua meliputi records yang berfungsi sebagai bukti bahwa langkah-langkah inti dari mutu layanan telah terpenuhi. Records berguna untuk analisis data dan peningkatan layanan yang berkesinambungan.

Manfaat SOP
  1. dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pelaksanaan suatu pekerjaan di UNIB.
  2. dapat digunakan sebagai sarana  acuan dalam melakukan penilaian terhadap proses layanan di UNIB.
  3. dapat digunakan sebagai sarana pelatihan bagi staf baru sehingga mengurangi waktu yang terbuang untuk memberikan pengarahan.
  4. dapat digunakan sebagai sarana mengendalikan dan menggantisipasi apabila terdapat suatu perubahan sistem di UNIB.
  5. dapat digunakan sebagai sarana audit sistem informasi di UNIB.

Pembuatan SOP
A. Penilaian kebutuhan SOP
            Langkah pertama dalam membuat SOP adalah penilaian kebutuhan SOP. Jika di suatu bagian/sub bagian belum ada SOP-nya, maka pertanyaan yang perlu dicarikan jawabnya adalah ”SOP apa yang dibutuhkan oleh suatu bagian/sub bagian/UNIB? Jika sudah ada SOP pertanyaannya adalah ”Apakah SOP yang telah ada mampu memenuhi kebutuhan organisasi UNIB?

B. Pengembangan SOP
          Langkah-langkah pengembangan adalah sebagai berikut:
  1. Pembentukkan tim dan kelengkapannya
  2. Pengumpulan informasi dan identifikasi alternatif.
  3. Analisis dan pemilihan alternatif.
  4. Penulisan SOP.
  5. Pengujian & Review SOP
  6. Pengesahan SOP