"kami pekerja, suka membaca"

Selasa, 11 Maret 2014

Hak dan Kewajiban Bagi Pekerja Dan Pengusaha

Pengarang : Drs Danang Sunyoto SH,SE.MM
Penerbit : Pustaka Yustisia
No : SPPT.0352-DP-0314
 
Hak dan Kewajiban bagi Pekerja dan Pengusaha
Pada zaman penjajahan Belanda, yang dimaksudkan dengan buruh adalah pekerja kasar seperti kuli, tukang, tukang maupun mandor. Orang-orang ini disebut sebagai Blue Collar. Sedangkan yang melakukan pekerjaan di kantor pemerintah maupun swasta disebut sebgai karyawan/ pegawai (White Collar).
Pembedaan oleh pemerintah Belanda ini membawa konsekuensi pada perbedaan perlakuan dan hak-hak. Hal ini tidak terlepas dari upaya untuk memecah belah orang-orang pribumi. Setelah Indonesiai merdeka keadaan mulai berubah seiring dengan berbagai bentuk peraturan di bidang ketenagakerjaan.
Buku ini disusun berdasarkan kajian Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan lainnya di bidang ketenagakerjaan yang berlaku atau yang pernah berlaku di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan rincian penjelasan secara historis legalitas. Dengan demikian, pemahaman atas materi buku ini diharapkan dapat diperoleh secara utuh dengan didukung oleh fakta-fakta hukum yang ada.



Senin, 10 Maret 2014

My Brief History

Pengarang : Stephen Hawking
Penerbit : Pt Gramedia Pustaka Utama
No : SPPT.0351-DP-0314

My Brief History menceritakan perjalanan luar biasa Stephen Hawking, dari masa kecilnya di London sesudah Perang Dunia II sampai menjadi pesohor yang terkenal di seluruh dunia. Dilengkapi foto-foto yang jarang terlihat, buku singkat, kocak, dan cerdas ini memperkenalkan pembaca dengan seorang Hawking yang belum tampak di buku-buku terdahulu: anak sekolah yang ingin tahu dan dijuluki “Einstein” oleh teman-temannya; orang yang suka bercanda dan pernah bertaruh dengan temannya perihal keberadaan lubang hitam; serta suami dan ayah muda yang berjuang untuk mendapat tempat di dunia akademia.

Dengan tulisannya yang khas, rendah hati dan penuh humor, Hawkingmengungkap mengenai tantangan yang dia hadapi sesudah didiagnosis mengidap penyakit neuron motor pada umur dua puluh satu. Dia menelusuri perkembangannya sebagai pemikir untuk menjelaskan bagaimana kemungkinan mati muda mendorong dia meraih banyak terobosan intelektual, dan berbicara mengenai kelahiran mahakaryanyaA Brief History of Time—salah satu buku terbesar pada abad keduapuluh.

Jernih, akrab, dan bijak, My Brief History membuka jendela bagi kita untuk menengok jagat raya pribadi Hawking.

Jumat, 07 Maret 2014

Yap thiam Hien (Pejuang lintas batas)

Pengarang : Josep P Widyatmadja
Penerbit : Libri
N0 : SPPT.0350-DP-0314


Di tengah lunglainya penegakan keadilan dan hak asasi manusia di Tanah Air, menghadirkan kembali karya dan pemikiran Yap Thiam Hien mengobarkan semangat menjadikan hukum sebagai panglima.
Konsistensi dan integritas Yap di bidang hukum dan keadilan semasa hidupnya tak pernah diragukan. Di luar itu, ada warisan Yap yang perlu dilestarikan dalam rangka mencapai kehidupan berbangsa yang lebih baik, yaitu sikapnya yang antidiskriminasi politik, rasial, dan agama.
Sikap antidiskriminasi Yap merupakan sebagian catatan dan pandangan sejumlah tokoh lintas bidang yang menyumbang tulisan dalam buku mengenang 100 tahun Yap Thiam Hien ini.
Tokoh kelahiran Aceh, 25 Mei 1913, ini disebut sebagai pejuang lintas batas karena mampu menerabas belenggu kesukuan, keagamaan, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Pikiran dan perjuangannya terbukti mampu melintasi zaman penjajahan, zaman Demokrasi Terpimpin, dan zaman Orde Baru.
Pada zaman Demokrasi Terpimpin, Yap mengkritik secara tajam gagasan kembali pada UUD 1945. Frans Hendra Winarta menulis, Yap menjadi satu-satunya anggota Konstituante yang menentang UUD 1945, khususnya keberadaan Pasal 6 yang dinilainya diskriminatif soal jabatan presiden. Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia 2009-2013 ini menambahkan, Yap adalah salah satu di antara sedikit advokat yang tidak terkontaminasi komersialisme dan korupsi.
Memasuki era Orde Baru, kiprah Yap tak surut. Ia berhasil mematahkan semua argumentasi tuntutan jaksa saat membela Subandrio, mantan menteri luar negeri pada pemerintahan Soekarno. Meski tak secara langsung membebaskan Subandrio dari vonis hukuman mati, pembelaannya menjadi panutan bagi profesi kepengacaraan.
INFO BUKU
♦ Judul Buku : Yap Thiam Hien, Pejuang Lintas Batas 
♦ Penyunting : Josef P Widyatmadja
♦ Penerbit : Libri, 2013 
♦ Tebal : xvi+318 halaman 
♦ ISBN : 978-602-7688-33-9
Konsistensinya menegakkan keadilan serta melawan diskriminasi semata dilandasi kasih dan keimanannya sebagai seorang Kristiani. Iman dan kasih itu pula yang memengaruhi seluruh karier dan kehidupannya. Kesan itu disimpulkan Martino Sardi, staf pengajar Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga, Yogyakarta, berdasarkan penelusuran tulisan dan riwayat hidup Yap.
Penulis lain, RD Benny Susetyo, menilai spiritualitas dalam diri Yap bersifat universal karena tak melihat kekristenan secara sempit, tetapi secara keindonesiaan. Yap selalu berusaha menjadikan hidupnya berarti dengan berbakti kepada sesama, tanpa memandang SARA.
Momentum peringatan 100 tahun Yap Thiam Hien ini diharapkan bisa lebih menguatkan tekad menuju kehidupan berbangsa yang lebih baik. Zuly Qodir, aktivis pluralisme dan sosiolog, mengajak untuk menengok sejenak perjuangan Yap dalam menegakkan nilai-nilai luhur dan beradab.
Agama harus dihadirkan untuk membela yang terbelakang serta yang terdiskriminasi dari tirani politik, ekonomi, dan kultur. Maria Ulfah Anshor, aktivis dan Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama, menuturkan, wacana Yap Thiam Hien ini diharapkan mampu merajut kembali hubungan yang baik dan harmonis antargolongan, antarsuku, ataupun antarumat beragama di Indonesia. (TGH/Litbang Kompas)

Kamis, 06 Maret 2014

Water For Elephants(air susu gajah)

Pengarang Sara Gruen
Penerbit : Pt Garamedia Pustaka Utama
no : SPPT.0349-DP-0314



Aku tidak banyak bercerita tentang hari itu.

Sebetulnya aku tahu kenapa: aku tidak pernah memercayai diriku sendiri. Aku takut keceplosan. Aku tahu betapa pentingnya menjaga rahasianya, dan memang tetap kujaga rapat-rapat rahasia itu---selama sisa hidupnya, juga setelahnya.

Selama tujuh puluh tahun, aku tidak pernah menceritakannya pada seorang pun.


Kenangan itu masih lekat di benak Jacob Jankowski. Kenangan ketika takdir membawanya ikut rombongan kereta sirkus pada awal tahun 1930-an. Kenangan ketika hidupnya penuh dengan segala keajaiban kasih sayang, kepedihan, dan kemarahan.

Di sana Jacob bertemu dengan Marlena, bintang sirkus yang menikah dengan lelaki yang salah. Juga Rosie, gajah cantik yang dianggap bodoh oleh semua orang. Seperti takdir yang membawa Jacob naik kereta sirkus, takdir pula yang membentuk jalinan cinta antara Jacob, Marlena, dan Rosie, yang pada akhirnya menjadi harapan untuk bertahan hidup dalam rimba sirkus yang kejam.

Rabu, 05 Maret 2014

Einstein (kehidupan dan pengaruhnya bagi dunia)

Pengarang : Walter Isaacson
Penerbit : Mizan
No :SPPT.0348-DP-0314

Einstein : Kehidupan dan Pengaruhnya bagi Dunia

Bocah berusia lima tahun itu terus menggigil di ranjang tidurnya. Tapi bukan karena demam. Ia melihat jarum magnet, yang gerakannya seolah-olah dipengaruhi oleh kekuatan tersembunyi. Jarum itu membangkitkan rasa ingin tahu yang memotivasinya kelak, seumur hidupnya. Ayahnya memberi tahu bahwa benda menakjubkan itu bernama kompas …

Belasan bahkan puluhan tahun kemudian, Albert Einstein—lelaki kecil tadi—terus mengingat pertemuan pertamanya dengan kompas. Ketakjubannya akan kesetiaan jarum pada medan yang tak terlihat.

Kecerdasan Einstein memang melampaui zamannya. Masa muda Einstein penuh pemberontakan terhadap aturan. Ia bahkan menjadi panutan suci bagi anak-anak sekolah yang bermasalah di mana saja.

Tak hanya itu, di puncak karirnya, penolakan keras Einstein terhadap penggunaan senjata membuatnya begitu dicintai sekaligus dibenci. Ia bahkan menjuluki negara-negara pengibar perang sebagai “orang kaya yang berusaha mengusir kebosanan”.

Dalam biografi ini, Walter Isaacson tak hanya berhasil membedah pemikiran Einstein, tetapi juga menampilkan sisi “manusia” dari ikon jenius ini sebagai bagian dari masyarakat semesta.

Selasa, 04 Maret 2014

Long walk Nelson Mandela

Pengarang : Paharizal S.Sos.M.A
Penerbit : Narasi
PNo : SPPT.0347-DP-0314
Nelson Mandela adalah potret dari perjuangan sebuah asa. Ia, yang terlahir dan tumbuh di antara kaum sukunya, akhirnya tampil menjadi sosok pemimpin sekaligus pemersatu bagi bangsanya. Nelson Mandela menjadi saksi sekaligus actor penting yang menerangi lorong sejarah kelam politik apartheid. Buku ini bagai suatu mozaik dari perjalanan panjang seorang pejuang Afrika Selatan.
Bagian pertama buku ini dibuka dengan gambaran proses terbentuknya politik apartheid (diskriminasi warna kulit yang berkarakter rasisme) yang terjadi di Afrika Selatan; masa awal kehidupan Nelson Mandela; perkenalan untuk pertama kalinya tentang wacana penindasan berbasis rasis; serta bangkitnya kesadaran kritis dan semangat perlawanan Nelson Mandela
Bagian selanjutnya difokuskan pada aksi  perlawanan yang dilakukan oleh Nelson Mandela terhadap rezim politik apartheid, ketika dia melihat bahwa perlawanan yang efektif adalah perlawanan yang memanfaatkan organisasi sebagai “ senjata “.
Pada bagian akhir dipaparkan tentang “kemenangan” Nelson Mandela, yaitu dengan dicabutnya politik apartheid di Afrika Selatan. Juga dibahas tentang terpilihnya Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan; kiprahnya di dalam dan luar negeri ketika menjalani tanggung jawab sebagai seorang presiden ; kebijakan dan aksinya dalam mengampanyekan perdamaian dunia; hubungan dengan ketiga istrinya; hingga masa-masa ketika dia sakit parah dan mengalami masa-masa kritis karena penyakit radang paru-paru dideritanya.
Walaupun Nelson Mandela dalam keadaan sakit-sakitan, dia masih sangat peduli dan peka ketika mendengar atau melihat terjadinya ketidakadilan. Hidup Nelson Mandela benar-benar diabdikan untuk mendorong perdamaian, keadilan, dan kesetaraan bagi seluruh umat manusia tanpa memandang perbedaan.
Nelson Mandela telah menempuh jalan panjang untuk mewujudkan impiannya.

Anomali Ratifikasi Konvensi Buruh Migran

Pengarang ; Migrant Care
Penerbit : Migrant Care
No :  SPPT-0346-DP-0114

Ketika hukum Dijadikan Alat Pelanggaran HAM

Pengarang : Lbh Jakarta
Penerbit : Lbh Jakarta
No : SPPT.0345-DP-0114

Bantuan hukum Bagi Warga Miskin

Pengarang : Lbh Jakarta
Penerbit : Lbh Jakarta
No : SPPT.0344-DP-0114 

Memastikan RUU PPILN Mengadopsi Standar Ham Dan Perburuhan Internasional

Pengarang : Migrant Care
Penerbit : Migrant Care
No : SPPT.0343-DP-0114